Pembangunan Manusia

 Rembug Stunting Perdana di Kota Tual: Desa Tamedan Jadi Pelopor Perubahan

Tanggal 15/08/2025. Pagi itu, beberapa warga desa sudah berkerumun di balai desa Tamedan, mereka akan menggelar kegiatan rembug stunting. Spanduk kegiatan sudah dibentangkan,peralatan pendukung seperti pengeras suara sudah dan juga proyektor sudah disiapkan.Beberapa peserta sudah mengisi kursi yang tersedia mereka  diantaranya tokoh Masyarakat,tokoh pemuda,tokoh agama dan tokoh perempuan.

Tidak lama acara kemudian diselenggarakan yang dibuka oleh Penjabat Kepala Desa Joni Balubun, yang dalam sambutannya menyampaikan komitmen bersama mulai dari pemerintah desa,keluarga hingga organisasi perangkat daerah agar berpartisipasi dalam Pencegahan dan penurunan stunting di Desa. Lebih lanjut menurutnya forum hari ini dapat menghasilkan langkah-langkah strategis yang bisa diimplementasikan.    

Penegasan serupa juga disampaikan oleh ketua BSO Tamedan Ruslan Reubun, yang berharap dengan adanya alokasi anggaran dari Dana Desa dapat menurunkan angka stunting di desa. Sehingga dipandang perlu adanya kesepakatan dan komitmen bersama serta sinkronisasi dengan program pemerintah Kota Tual.Perlu di ketahui bahwa Rembug Stunting merupakan  kegiatan pertama kalinya dilakukan di seluruh Desa di Kota Tual.  

Setelah itu pemaparan materi dari beberapa narasumber dari Tenaga Ahli P3MD Jena Tamher,SE  yang menyampaikan proritas penggunaan Dana Desa Tahun 2025 yang berfokus pada peningkatan layanan dasar kesehatan yang sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Desa dan PDT Nomor 2 Tahun 2024. Serta intervensi terarah untuk pencegahan stunting dan penurunan stunting melalui Dana Desa di Tahun 2026.    

Pemateri selanjutnya  berasal dari Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Tual yang menjelaskan terkait intervensi spesifik dan sensitive serta langkah-langkah pencegahan. Ia pun membahkan perlunya kolaborasi lintas sektor dalam upaya menurunkan stunting di Kota Tual. Pemaparan materi tersebut disampikan melalui proyektor sehingga memudahkan peserta yang hadir dengan mudah memahami.   

Pembicara terakhir dari Tenaga Kesehatan Puskesmas Tamedan yang menerangkan data terkini di Desa Tamedan serta kendala yang dihadapi dalam mencegah dan menurunkan stunting di desa Menurutnya kendala yang dihadapi adalah pola asuh anak dan akses terhadap makanan bergizi.lebih lanjut Ia juga menjelaskan tentang grafik penurunan angka stunting di desa yang semula berjumlah 24  orang, kini tersisa 11 orang.

Diskusi pun dibuka, beberapa peserta mulai mengajukan pertanyaan dan usulan terutama peserta perempuan. Dari diskusi tersebut lahirlah beberapa usulan seperti, penyediaan makanan tambahan bagi balita,peningkatan kegiatan di posyandu. Dari hasil diskusi tersebut akhirnya forum menyepakati rencana tindak lanjut yang tertuang dalam dokumen yang akan dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan desa.



 





Komentar